Dorong Inovasi Pendidikan IPA, UNY dan Disdikbud Kalbar Gelar Workshop Literasi Sains di Melawi
Info Nanga Pinoh- Dalam upaya memperkuat mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan menyiapkan guru menghadapi tantangan asesmen global, Departemen Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Melawi menyelenggarakan workshop bertema “Pembelajaran dan Asesmen Berorientasi Literasi Sains (Framework PISA 2025)”. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 30–31 Juli 2025, di Kota Nanga Pinoh, Kalimantan Barat.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Bapak Yussenno, S.Pd., M.M., dan diikuti oleh puluhan guru IPA tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Melawi. Acara ini menjadi momen penting dalam menyatukan semangat transformasi pendidikan antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Baca Juga : Timnas U-23 Kalah dari Vietnam, Tapi Pulang dengan Bonus Menggiurkan
Tim pemateri dari UNY yang terdiri atas Didik Setyawarno, M.Pd., Purwanti Widhy Hastuti, M.Pd., dan Dr. Sabar Nurohman, M.Pd., menghadirkan tiga topik utama dalam sesi workshop.
Topik pertama membahas pengantar framework literasi sains terbaru PISA 2025, yang menekankan pentingnya kemampuan berpikir ilmiah dalam kehidupan nyata. Topik kedua fokus pada strategi pengembangan pembelajaran yang relevan dan berorientasi literasi sains, dengan menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual dan berbasis masalah. Sementara itu, topik ketiga menghadirkan pendekatan praktis dalam merancang asesmen kompetensi, termasuk teknik mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Yang paling menarik, salah satu sesi unggulan adalah praktik penyusunan instrumen asesmen berbasis literasi sains yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Dalam sesi ini, para guru diajak untuk merancang soal-soal yang tidak hanya menantang secara kognitif, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan siswa sehari-hari. AI digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan soal dinamis, adaptif, serta sesuai dengan standar internasional.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat mereka menyadari potensi besar integrasi teknologi dalam proses belajar-mengajar.
Banyak guru mengaku memperoleh wawasan baru yang akan mereka terapkan di kelas masing-masing. Tidak hanya sekadar pelatihan teknis, workshop ini juga menjadi wadah pertukaran ide, refleksi praktik pembelajaran, dan penguatan komunitas profesional antarpendidik.
“Workshop ini membuka cakrawala baru bagi kami dalam mengembangkan pembelajaran IPA yang lebih bermakna dan menantang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat kami apresiasi,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, UNY dan Disdikbud Kabupaten Melawi berharap dapat mempercepat transformasi pembelajaran IPA yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan menjadi titik awal program berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas guru, demi mencetak generasi ilmiah yang kritis, kreatif, dan berdaya saing global.
















