Mo Salah Geram: Tegur Akun Liverpool yang Rendahkan Luis Díaz dan Darwin Núñez
Info Nanga Pinoh- Mohamed Salah akhirnya angkat bicara di media sosial setelah melihat salah satu akun komunitas penggemar Liverpool dianggap merendahkan dua mantan rekannya, Luis Díaz dan Darwin Núñez. Kapten Timnas Mesir itu jarang marah, namun kali ini ia merasa perlu menegur secara terbuka demi menjaga rasa hormat terhadap para pemain yang pernah berjasa untuk klub.
Salah Aktif di Media Sosial
Selama beberapa musim terakhir, Salah dikenal cukup aktif membagikan momen di media sosial. Salah satu kebiasaan yang menyita perhatian publik terjadi musim lalu ketika Liverpool merebut gelar Liga Inggris kedua dalam lima tahun terakhir.
Di era awal kepelatihan Arne Slot, Salah rajin mengunggah foto bersama setiap pencetak gol The Reds usai laga. Tradisi ini termasuk dilakukan bersama Luis Díaz dan Darwin Núñez yang kini telah meninggalkan Anfield. Bagi banyak pendukung, unggahan itu menjadi simbol kebersamaan di dalam skuad.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4747425/original/085828400_1708396697-AP24048510161854.jpg)
Baca Juga : Barcelona Club Miskin, Tidak seperti Real Madrid yang aktif di Bursa Transfer
Rekor Belanja Besar, Perbandingan Muncul
Musim panas ini, Liverpool menjadi sorotan setelah menggelontorkan lebih dari 400 juta paun untuk memperkuat skuad. Nama-nama besar seperti Florian Wirtz (116 juta paun) dan Alexander Isak (125 juta paun) bergabung, memicu antusiasme besar dari para penggemar.
Di tengah euforia tersebut, sebagian fans mulai membandingkan generasi baru dengan pemain lama yang ikut mengantarkan Liverpool meraih prestasi. Akun bernama Anfield Edition bahkan melontarkan komentar miring kepada Díaz dan Núñez, seolah kontribusi mereka tidak lagi penting.
Teguran Terbuka Salah
Melihat fenomena ini, Salah akhirnya bertindak. Ia mengunggah ulang postingan akun tersebut di platform X (dulu Twitter) dan menyisipkan pesan tegas:
“Bagaimana kalau kita rayakan para rekrutan hebat ini tanpa harus tidak menghormati para juara Liga Inggris?”
Kalimat sederhana ini langsung memicu respons luas. Ribuan fans Liverpool mengapresiasi sikap Salah yang dinilai menjadi pengingat penting bahwa prinsip “You’ll Never Walk Alone” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen saling menghargai.
Mengingat Pengorbanan Skuad Lama
Meski Liverpool kini dinilai lebih solid dibandingkan musim lalu, perjalanan menuju titik ini tak lepas dari pengorbanan besar. Kepergian Núñez yang terkenal dengan kecepatan dan agresivitasnya, serta Díaz yang fleksibel di lini serang, meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.
Manajemen klub memilih jalan baru dengan membangun kembali skuad melalui rekrutan mahal. Namun Salah mengingatkan, keberhasilan tim saat ini tidak terlepas dari kontribusi pemain-pemain yang sudah pergi. “Mereka juga bagian dari cerita sukses Liverpool,” ujar salah satu pendukung yang mendukung unggahan Salah.
Liverpool Tetap Berhemat
Menariknya, meski berbelanja besar, Liverpool bukan klub dengan net spend tertinggi di Premier League musim panas ini. Strategi klub tetap mengandalkan kombinasi investasi baru dan pelepasan pemain lama agar neraca keuangan tetap sehat.
Salah ingin pesan sederhana ini sampai kepada semua penggemar: menghormati jasa para pemain lama sama pentingnya dengan mendukung generasi baru. Dengan begitu, semangat kekeluargaan yang menjadi identitas Liverpool dapat terus terjaga di tengah perubahan besar di skuad.
















