Warga Desa Poring Tolak Pemasangan Jaringan Pipa Air Bersih, Desak Musyawarah dan Tuntut Keadilan
Info Nanga Pinoh- Rencana pemasangan jaringan pipa air bersih di Desa Poring, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, justru memicu penolakan keras dari masyarakat setempat. Warga menilai proyek yang seharusnya membawa manfaat itu dilakukan secara terburu-buru, tanpa musyawarah, dan mengabaikan aspirasi mereka.
Menurut warga, proyek tersebut diputuskan secara sepihak oleh pihak terkait, tanpa ada transparansi dan keterlibatan masyarakat desa. “Kami tidak pernah diajak duduk bersama untuk bicara. Tiba-tiba pipa mau dipasang begitu saja. Ini tanah kami, wilayah kami, tentu kami berhak tahu dan memutuskan. Kalau pemerintah memaksakan, justru bisa menimbulkan masalah baru di Desa Poring,” tegas salah satu tokoh pemuda kepada Mnctvano.com, Minggu (28/09/25).

Baca Juga : Zelensky: Ukraina Sudah Gunakan Sistem Patriot Israel untuk Lawan Rusia
Aspirasi Warga yang Belum Terjawab
Penolakan ini bukanlah sekadar emosi sesaat. Warga Desa Poring sebelumnya sudah berulang kali menyampaikan aspirasi mereka. Bahkan, tujuh poin permohonan resmi telah diajukan melalui Camat Nanga Pinoh dan perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
Tujuh permohonan masyarakat Desa Poring antara lain:
-
Penolakan pemasangan meteran air bersih di Desa Poring.
-
Pembangunan dan perhatian khusus bagi Desa Poring melalui program pemerintah, misalnya Program Hibah Infrastruktur (PHI).
-
Penyediaan beasiswa pendidikan untuk anak-anak Desa Poring.
-
Pembukaan lapangan pekerjaan agar warga memiliki penghasilan tetap.
-
Penyediaan air bersih gratis tanpa pembatasan kuota.
-
Perbaikan jalan dari KKLK–Poring hingga jalan Inspeksi Poring-Pancur Aji sebagai akses vital warga.
-
Pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang pemakaian air bersih tanpa batas dengan jaminan dokumen hukum resmi.
Warga menegaskan, pembangunan seharusnya tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan.
Tidak Menolak Pembangunan, Tapi Menolak Cara yang Sepihak
Beberapa warga menekankan bahwa mereka bukan anti-pembangunan. Mereka memahami pentingnya air bersih, namun menolak jika semua dilakukan secara sepihak. “Kami tidak menolak pembangunan. Yang kami tolak adalah cara pemerintah yang tidak melibatkan kami sama sekali. Harus ada musyawarah, harus ada kesepakatan. Itu baru adil,” ujar seorang warga lainnya.
Kekhawatiran warga cukup beralasan. Tanpa sosialisasi dan kesepakatan bersama, proyek bisa menimbulkan gesekan di masyarakat, bahkan berpotensi menambah masalah sosial baru.
Harapan Terbuka untuk Dialog
Masyarakat Desa Poring kini menunggu langkah nyata dari pemerintah. Mereka berharap agar pemerintah daerah segera membuka ruang dialog yang transparan, mendengarkan aspirasi warga, dan menindaklanjuti permohonan yang sudah disampaikan sejak lama.
“Kalau memang pemerintah serius membangun Desa Poring, buktikan dengan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terlebih dahulu. Jangan asal bangun proyek tanpa tahu apa yang sebenarnya kami butuhkan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dengan tegas.
Dengan adanya dialog terbuka, warga berharap tercipta solusi yang adil, sehingga pembangunan bisa berjalan tanpa merugikan masyarakat. Aspirasi masyarakat Desa Poring adalah sederhana: pembangunan yang melibatkan rakyat, menjawab kebutuhan nyata, dan memberikan manfaat yang merata.
















