Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Billboard Presiden Prabowo Muncul di Israel, Kemlu RI: Indonesia Konsisten Dukung Palestina

cek disini

Billboard Presiden Prabowo Muncul di Israel, Kemlu RI Tegas Tolak Normalisasi Tanpa Palestina

Info Nanga Pinoh Munculnya sejumlah billboard raksasa bergambar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Tel Aviv, Israel, pada akhir September 2029, langsung menuai sorotan internasional. Billboard itu dipajang sebagai bagian dari kampanye yang diklaim mendukung Abraham Accords atau Perjanjian Abraham—sebuah kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab yang diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, pemerintah Indonesia bereaksi cepat dan menegaskan kembali sikap politik luar negeri yang selama ini konsisten: tidak ada pengakuan maupun normalisasi hubungan dengan Israel selama Palestina belum meraih kemerdekaan penuh.


Respons Tegas dari Pemerintah Indonesia

Juru Bicara Pertama Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menekankan bahwa posisi Indonesia sudah jelas dan tidak bisa ditawar.

“Indonesia tidak akan pernah mengakui Israel, baik melalui Abraham Accords maupun platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mengakui Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujar Yvonne melalui pesan resmi pada Senin (28/9/2029) malam.

Ia menambahkan, Menteri Luar Negeri RI sebelumnya juga sudah berulang kali menegaskan bahwa setiap wacana atau visi terkait Israel harus berangkat dari pengakuan terhadap kedaulatan Palestina. “Tanpa itu, segala bentuk pendekatan politik hanya akan menjadi wacana kosong,” imbuhnya.

Billboard Presiden Prabowo Muncul di Israel, Kemlu RI: Indonesia Konsisten Dukung Palestina
Billboard Presiden Prabowo Muncul di Israel, Kemlu RI: Indonesia Konsisten Dukung Palestina

Baca Juga : Desa Poring Warga Kompak Tolak Pemasangan Pipa Air


Wajah Prabowo Dicatut di Kampanye Israel

Billboard-billboard di Tel Aviv tersebut menampilkan wajah Presiden Prabowo sejajar dengan tokoh-tokoh besar dunia, seperti Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, hingga sejumlah pemimpin Arab moderat.

Dalam keterangan yang beredar, pihak penyelenggara kampanye menyebut bahwa papan reklame itu bagian dari upaya mendorong Israel agar mendukung inisiatif Trump dalam memperluas Abraham Accords.

“Koalisi Israel untuk Keamanan Regional telah meluncurkan kampanye papan reklame nasional baru yang mendesak pemerintah untuk mendukung inisiatif Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham,” demikian bunyi terjemahan salah satu unggahan promosi tersebut.

Koalisi tersebut mengklaim bahwa keterlibatan tokoh-tokoh internasional, termasuk Presiden Indonesia, digambarkan sebagai dukungan moral terhadap langkah diplomasi yang mereka usung.


Diduga Sebagai Manuver Politik Israel

Kemunculan gambar Presiden Prabowo dalam kampanye billboard ini diduga sebagai bentuk manuver Israel untuk “mencatut” sosok pemimpin negara besar berpenduduk mayoritas Muslim. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memberikan kesan bahwa dukungan terhadap perluasan normalisasi semakin luas, bahkan seakan melibatkan Indonesia.

Momentum ini juga bertepatan dengan pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Umum PBB beberapa hari sebelumnya. Saat itu, ia menegaskan bahwa Indonesia bersedia membuka jalan diplomasi dengan Israel jika—dan hanya jika—Israel mengakui kemerdekaan Palestina.

Pernyataan itu kemudian direspons langsung oleh PM Netanyahu dalam pidatonya di forum yang sama, dengan secara khusus menyebut nama Presiden Prabowo. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu munculnya billboard di Tel Aviv.


Indonesia Konsisten dengan Palestina

Hingga kini, Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tetap menegaskan dukungan penuh kepada Palestina. Sejak lama, Indonesia menjadi salah satu negara yang vokal dalam menyuarakan solusi dua negara (two-state solution), di mana Palestina mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka dengan kedaulatan penuh.

Sementara itu, rezim Israel disebut terus menargetkan Indonesia dan Arab Saudi sebagai sasaran utama perluasan normalisasi, menyusul negara-negara Arab lain yang sudah lebih dulu menandatangani Abraham Accords. Namun upaya itu sulit terwujud karena Israel menolak mengakui Palestina dan enggan menerima solusi damai yang berkeadilan.


Pesan yang Ingin Disampaikan

Munculnya billboard Presiden Prabowo di Israel tidak hanya menjadi isu visual semata, melainkan juga sarat dengan makna politik. Di satu sisi, hal ini bisa dilihat sebagai propaganda untuk memberi kesan seolah ada dukungan global terhadap inisiatif Israel. Di sisi lain, peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya sikap tegas Indonesia dalam menjaga komitmen terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dengan tegas, pemerintah Indonesia menolak segala bentuk upaya yang menggunakan nama Presiden maupun simbol negara untuk tujuan yang tidak sesuai dengan garis kebijakan luar negeri. Bagi Indonesia, kunci perdamaian di Timur Tengah tetap sama: kemerdekaan Palestina adalah syarat utama.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *