NANGA PINOH – Sejumlah warga melaporkan hilangnya besi pengaman atau railing pada Jembatan Melawi II yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah sekitarnya. Aksi pencurian ini sangat meresahkan karena mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas di atas jembatan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku perusakan fasilitas publik ini.
Kondisi jembatan kini tampak memprihatinkan dengan beberapa celah terbuka tanpa pagar pelindung. Selain itu, ketiadaan besi pengaman tersebut meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi pengendara motor maupun pejalan kaki, terutama pada malam hari. Jadi, perbaikan darurat sangat mendesak agar fungsi keamanan jembatan kembali normal seperti sedia kala.
Dampak Keamanan dan Kerugian Negara
Aksi vandalisme ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga menimbulkan kerugian material bagi pemerintah daerah. Pelaku diduga melakukan aksinya pada saat kondisi lalu lintas sedang sepi guna menghindari pantauan warga sekitar. Namun, hingga saat ini, belum ada saksi mata yang mampu memberikan keterangan detail mengenai ciri-ciri pelaku pencurian tersebut.
Meskipun pengawasan terus meningkat, namun keterbatasan lampu penerangan di area jembatan menjadi kendala utama dalam memantau situasi keamanan. Petugas dari dinas terkait kini tengah melakukan pendataan lapangan untuk menghitung total kerusakan yang terjadi. Oleh sebab itu, koordinasi antara dinas perhubungan dan aparat hukum menjadi langkah krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

BACA JUGA:Tiga Raperda Dibahas Bersama Eksekutif
Imbauan dan Rencana Perbaikan
Pemerintah daerah mengimbau warga agar segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar infrastruktur jembatan. Partisipasi aktif masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga aset negara dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Jadi, rasa memiliki terhadap fasilitas umum harus tetap tumbuh di tengah kehidupan sosial warga Sintang.
Langkah selanjutnya adalah pemasangan CCTV di titik-titik rawan guna memperketat pemantauan selama 24 jam penuh. Dengan demikian, setiap tindakan kriminal dapat terdeteksi lebih cepat oleh petugas keamanan di pusat kontrol. Pada akhirnya, pemulihan fasilitas jembatan akan menjadi prioritas utama demi menjamin kenyamanan seluruh masyarakat yang bermobilitas setiap hari.
















