Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Melawi Ramai Isu Transmigrasi, Tokoh Adat Serukan Jaga Kedamaian

cek disini

Isu Transmigrasi Baru Picu Kegaduhan di Melawi, Tokoh Pemuda Dayak Tegaskan: Jangan Terprovokasi Hoaks!

Info Nanga Pinoh- Masyarakat Kabupaten Melawi dihebohkan dengan beredarnya isu program transmigrasi baru yang disebut-sebut akan masuk ke wilayah mereka. Isu ini menyebar dengan cepat melalui media sosial dan grup-grup pesan instan, memunculkan kekhawatiran terutama di kalangan masyarakat adat Dayak yang mendiami kawasan tersebut secara turun-temurun.

Namun, di tengah riuhnya kabar yang belum jelas sumbernya itu, sejumlah tokoh pemuda Dayak tampil ke depan dan menyerukan imbauan agar masyarakat tidak terjebak dalam pusaran informasi palsu atau hoaks.

Melawi Ramai Isu Transmigrasi, Tokoh Adat Serukan Jaga Kedamaian
Melawi Ramai Isu Transmigrasi, Tokoh Adat Serukan Jaga Kedamaian

Baca Juga : Perseteruan Warga vs Wartawan di Melawi Memanas, Polisi Terima Dua Laporan


Tokoh Muda Dayak Angkat Bicara: Jangan Langsung Percaya Informasi yang Belum Jelas

Salah satu tokoh muda Dayak Melawi, Embang, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Nanga Kompi, memberikan pernyataan tegas kepada masyarakat. Ia meminta semua pihak untuk bersikap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti transmigrasi.

“Jangan mudah terpancing dengan informasi yang belum terverifikasi. Kita harus menjaga situasi tetap kondusif. Sebelum menyebarkan sesuatu, pastikan dulu kebenarannya,” ujar Embang saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).

Embang menilai penyebaran kabar ini tidak hanya memicu keresahan, tetapi juga menciptakan opini negatif terhadap tokoh nasional asal Kalimantan Barat, yaitu Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Ia menegaskan bahwa Lasarus tidak pernah menyetujui program transmigrasi baru ke wilayah Kalbar, termasuk Melawi.


Fakta Rapat DPR: Fokus pada Revitalisasi, Bukan Transmigrasi Baru

Menurut Embang, publik seharusnya membaca ulang hasil rapat Komisi V DPR RI dengan cermat. Dalam rapat tersebut, Lasarus hanya menyetujui alokasi anggaran untuk Kementerian Desa dan Transmigrasi, yang merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi legislatif. Tidak ada satu pun keputusan yang mengarah pada pembukaan program transmigrasi baru.

“Kita harus bedakan antara menyetujui anggaran kementerian dan menyetujui program baru. Fokus pemerintah sekarang justru pada perbaikan kawasan transmigrasi lama,” jelasnya.

Embang pun mencontohkan kawasan transmigrasi lama seperti Lengkong Nyadom di Melawi, yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya terkait infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik.


Arus Penduduk Terjadi Secara Alami, Tanpa Perlu Transmigrasi Baru

Lebih lanjut, Embang menilai bahwa kondisi saat ini sudah tidak lagi memerlukan program transmigrasi baru. Dalam beberapa tahun terakhir, perpindahan penduduk ke Melawi dan wilayah lain di Kalimantan terjadi secara alami karena faktor ekonomi, pekerjaan, dan keluarga.

“Sekarang orang bisa datang ke Melawi tanpa harus lewat program resmi. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran soal pemindahan penduduk besar-besaran,” katanya.


Pernyataan Tegas Lasarus: Tidak Ada Program Transmigrasi Baru

Menanggapi kegaduhan yang berkembang, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Ia dengan tegas membantah adanya rencana pembukaan program transmigrasi baru.

“Saya sudah berkali-kali menegaskan, tidak boleh ada pemindahan penduduk. Kalau ada yang menyebarkan berita pendaftaran transmigrasi baru, itu jelas hoaks,” tegas Lasarus dalam konferensi pers, Jumat (18/7/2025).

Ia menambahkan bahwa fokus kebijakan saat ini tertuju pada peningkatan kualitas hidup warga transmigran lama yang sudah puluhan tahun menetap, bukan membuka lokasi baru.


Ajakan untuk Tetap Bersatu dan Waspada

Lasarus juga mengajak generasi muda Dayak, para tokoh masyarakat, dan intelektual untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebersamaan, terutama dalam menghadapi era digital yang sarat dengan informasi simpang siur.

“Kita jangan mau dipecah belah oleh narasi yang menyesatkan. Bangsa ini membutuhkan pikiran jernih, bukan amarah yang dibangun atas informasi palsu,” ujarnya.


Penutup: Bijak dalam Menyikapi Informasi Adalah Kunci Kedamaian

Masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Melawi, kini dihadapkan pada ujian penting: menyaring informasi secara cerdas di tengah derasnya arus digital. Isu transmigrasi bukan hanya soal pemindahan penduduk, tetapi juga menyangkut rasa keadilan, kedaulatan adat, dan kehidupan sosial masyarakat lokal.

Dengan memilih untuk berpikir jernih, saling menguatkan, dan mengedepankan dialog, masyarakat bisa menjaga harmoni dan mencegah konflik yang tidak perlu. Kini saatnya semua pihak bersatu dan bijak menghadapi tantangan, tanpa terjebak pada hoaks dan provokasi yang hanya membawa perpecahan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *