Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Pawai Lilin Paroki SPMDKS Jadi Simbol Persatuan Umat Katolik Melawi

cek disini

Lautan Lilin Terangi Malam, Ribuan Umat Katolik Meriahkan HUT ke-76 Paroki SPMDKS Nanga Pinoh

Info Nanga Pinoh- Ribuan umat Katolik dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Melawi dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi jalanan kota Nanga Pinoh pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Mereka berkumpul untuk mengikuti pawai lilin yang menjadi puncak peringatan HUT ke-76 Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (SPMDKS).

Sejak sore hari, suasana di sekitar Gereja Katolik SPMDKS sudah dipenuhi aroma persaudaraan. Umat dari anak-anak hingga lansia berdatangan, membawa lilin yang kelak akan menjadi simbol doa dan pengharapan. Tepat selepas senja, ratusan lilin mulai menyala, memancarkan cahaya hangat yang berpadu indah dengan langit malam Nanga Pinoh.

Pawai Lilin Paroki SPMDKS Jadi Simbol Persatuan Umat Katolik Melawi
Pawai Lilin Paroki SPMDKS Jadi Simbol Persatuan Umat Katolik Melawi

Baca Juga : PGRI Mempawah Periode Baru Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Rute pawai dimulai dari halaman Gereja SPMDKS, menyusuri jalan utama kota menuju Tugu Juang II (Tugu Naruto)

Lalu berbalik arah kembali ke gereja. Sepanjang perjalanan, suasana hening namun penuh makna menyelimuti langkah para peserta. Lantunan lagu-lagu rohani dan doa Rosario terdengar lembut, seolah membawa setiap hati untuk merenung lebih dalam akan kasih Tuhan melalui teladan Bunda Maria.

Tema perayaan tahun ini, “Menyerap semangat Bunda Maria dalam memperdalam iman, ketaatan dan penyerahan diri yang total, iman yang tangguh, kerendahan hati, kasih dan pengorbanan seorang ibu, serta doa yang tekun sebagai jawaban akan kasih Allah yang tak terbatas”, menjadi pengingat bagi umat untuk meneladani sifat-sifat mulia Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Tak sekadar pawai lilin, rangkaian acara juga diisi dengan permenungan peristiwa Rosario dan doa bersama, yang semakin mempererat persaudaraan antarumat beriman. Bagi banyak peserta, momen ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bentuk ungkapan syukur atas perjalanan panjang Paroki SPMDKS yang telah 76 tahun setia melayani kebutuhan rohani umat di Melawi.

Pawai lilin tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan, kesetiaan pada iman, dan rasa syukur dapat menyatukan ribuan hati dalam satu langkah dan satu doa. Malam itu, cahaya lilin bukan hanya menerangi jalanan Nanga Pinoh, tetapi juga menyinari hati setiap orang yang hadir, membawa pulang kedamaian dan semangat baru dalam iman.

Setelah rombongan tiba kembali di halaman gereja, umat langsung berkumpul untuk mengikuti misa syukur.

Pastor Paroki memimpin perayaan ini dengan penuh semangat dan mengajak semua umat untuk terus menjaga api iman yang telah diwariskan sejak berdirinya paroki.

Selanjutnya, panitia mengundang umat untuk menikmati santap malam sederhana di area halaman gereja. Suasana hangat semakin terasa ketika jemaat saling bercakap, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Anak-anak berlarian sambil tetap memegang lilin yang kini tinggal setengah batang, sementara para orang tua mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

Tidak berhenti di situ, perayaan berlanjut dengan penampilan koor dari berbagai lingkungan paroki. Setiap kelompok membawakan lagu rohani yang menggugah hati, membuat umat semakin terhanyut dalam suasana sukacita.

Sementara itu, di sisi lain halaman, para remaja paroki membuka stan kecil yang menyediakan minuman hangat dan kue tradisional. Warga yang hadir pun bergantian menghampiri, mencicipi hidangan sambil berbincang akrab. Momen ini memperlihatkan bahwa HUT paroki bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang memperkuat rasa persaudaraan.

Menjelang akhir acara, ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah hadir dan berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan seperti ini harus terus hidup, bukan hanya pada momen ulang tahun, tetapi dalam setiap kegiatan gereja.

Dengan langkah perlahan, umat mulai meninggalkan halaman gereja. Lilin-lilin yang tadinya menyala kini padam, namun cahaya kebersamaan tetap menyala di hati mereka. Malam itu, Nanga Pinoh tidak hanya diterangi cahaya lilin, tetapi juga oleh rasa iman dan persaudaraan yang tumbuh semakin kuat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *