NANGA PINOH – Seorang warga bernama Saripin menarik perhatian pengunjung pasar murah karena membawa tas belanja hasil daur ulang buatan sendiri. Ia sengaja menggunakan tas tersebut untuk memborong berbagai paket sembako murah yang disediakan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, aksi Saripin ini menjadi contoh nyata bagi warga lainnya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Saripin mengaku bahwa ia sudah lama menggunakan bahan bekas untuk membuat kantong belanja yang kuat. Hasilnya, tas unik miliknya mampu menampung beban berat seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir tanpa kendala.
Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Pihak penyelenggara pasar murah sangat mengapresiasi inisiatif yang Saripin tunjukkan di tengah kerumunan antrean. Selain itu, petugas juga memberikan tambahan paket bonus sebagai penghargaan atas kepeduliannya terhadap kebersihan alam. Dengan demikian, belanja murah tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Baca Juga:Polres Melawi Tangkap Pengedar 4,81 Gram Sabu

Saripin menjelaskan bahwa ia membuat tas tersebut dari limbah kemasan detergen dan plastik bekas lainnya. Oleh sebab itu, ia mengajak tetangganya untuk melakukan hal serupa guna menekan volume sampah rumah tangga. Langkah sederhana ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran ekologi dari tingkat individu yang paling dasar.
“Saya ingin belanja dengan tenang tanpa harus menambah sampah plastik yang baru. Sebab, menjaga bumi bisa kita mulai dari hal-hal kecil seperti membawa tas belanja sendiri,” ujar Saripin dengan bangga.
Harapan bagi Gerakan Ramah Lingkungan
Pada akhirnya, keberadaan pasar murah harus sejalan dengan kampanye pola hidup yang ramah lingkungan. Hasilnya, masyarakat tidak hanya mendapatkan harga bahan pokok yang terjangkau, tetapi juga belajar cara berbelanja yang lebih bijak. Pada akhirnya, sinergi antara ekonomi dan ekologi akan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi semua warga.
Pemerintah daerah berjanji akan terus mendukung program-program kreatif yang berbasis pada pengelolaan sampah mandiri. Sebab, inovasi seperti yang Saripin lakukan sangat membantu percepatan pencapaian target daerah yang bebas sampah plastik.
















