Kapolres Melawi Imbau Warga Lebih Waspada saat Berwisata di Lokasi Alam Dadakan
Info Nanga Pinoh- Fenomena alam akibat turunnya debit air Sungai Melawi dan Sungai Pinoh belakangan ini menarik perhatian warga Kabupaten Melawi. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk berlibur di lokasi-lokasi yang mendadak berubah menjadi tempat wisata alami. Di antara titik-titik favorit yang kini ramai dikunjungi warga adalah area di bawah Jembatan Melawi 1 dan kawasan Kerangan Sibau di Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh.
Pemandangan batu-batu sungai yang muncul ke permukaan dan pasir-pasir lembut di tepian sungai menciptakan suasana eksotis dan menyegarkan, terutama bagi warga yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh.
Namun, di balik keindahan dan keceriaan yang ditawarkan, Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon SIK, SH, MTr.Opsla mengingatkan bahwa lokasi wisata dadakan ini menyimpan sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah masalah keselamatan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap terabaikan.
“Fenomena ini memang menarik, namun kita tidak boleh lupa bahwa tempat-tempat ini bukan lokasi wisata resmi. Artinya, aspek keselamatan dan fasilitas pendukung sangat minim. Terutama bagi anak-anak, risiko tenggelam sangat besar karena permukaan air bisa berubah dengan cepat,” ujar Kapolres Melawi.

Baca Juga : Al Nassr Portugal Banget! Setelah Ronaldo dan Joao Felix
Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk, pihak Polres Melawi akan meningkatkan patroli di sejumlah lokasi rawan.
Tidak hanya melalui kehadiran personel di darat, patroli air juga akan digencarkan menggunakan kendaraan dinas Speed Polri.
“Polres Melawi bersama jajaran Polsek Nanga Pinoh akan rutin menyambangi titik-titik yang ramai dikunjungi masyarakat. Kami juga akan menyampaikan imbauan langsung kepada para pengunjung agar selalu mengutamakan keselamatan dan berhati-hati, terutama saat membawa anak-anak,” tambahnya.
Selain sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, langkah ini juga menjadi sarana mempererat kedekatan antara aparat kepolisian dan warga. Kapolres menekankan bahwa liburan yang menyenangkan adalah liburan yang aman. Maka dari itu, warga diharapkan tetap bijak dalam memilih lokasi wisata alternatif dan tidak mengabaikan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami berharap masyarakat tetap menikmati suasana alam, tapi juga memahami risiko yang mungkin muncul. Jangan lengah hanya karena terlihat aman di permukaan,” tutup AKBP Harris.
Namun, peningkatan patroli saja belum cukup. Kapolres Melawi juga mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pihak keamanan.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam menjaga ketertiban di sekitar lokasi wisata dadakan tersebut.
Untuk itu, para tokoh masyarakat dan perangkat desa juga mulai memberikan edukasi kepada warganya. Mereka mengimbau agar pengunjung menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta tetap mematuhi arahan petugas yang berjaga.
Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu beberapa hari terakhir menjadi perhatian tambahan. Air sungai yang tiba-tiba naik karena hujan di daerah hulu bisa mengancam pengunjung yang sedang bermain di tepian sungai. Oleh karena itu, warga diminta untuk terus memantau kondisi cuaca sebelum memutuskan berwisata ke lokasi tersebut.
Sementara itu, sejumlah pengunjung mengaku senang dengan kehadiran polisi yang rutin berpatroli. Mereka merasa lebih tenang dan nyaman ketika menikmati pemandangan alam bersama keluarga. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar lokasi wisata dadakan ini dapat dikelola secara sederhana dengan sistem keamanan komunitas.
Melihat antusiasme warga yang tinggi, pemerintah daerah bisa mempertimbangkan penataan jangka pendek di area-area tertentu.
Dengan langkah sederhana seperti memasang tanda peringatan dan area aman, potensi wisata ini bisa tetap dimanfaatkan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Akhirnya, semangat kebersamaan antara warga dan aparat kepolisian menjadi fondasi penting. Kapolres Melawi meyakini bahwa dengan saling peduli dan bertindak preventif, masyarakat bisa menikmati keindahan alam tanpa harus menanggung risiko yang tidak perlu.
















