Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

WKRI Sintang Tebar Kasih di Panti Asuhan Bhakti Luhur Nanga Pinoh

cek disini

WKRI Kristus Raja Katedral Sintang Berbagi Kasih di Panti Asuhan Bhakti Luhur Nanga Pinoh

Info Nanga Pinoh- Suasana haru dan penuh kasih mewarnai akhir pekan keluarga besar Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kristus Raja Katedral Sintang, saat mereka melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Bhakti Luhur di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada Minggu siang, 3 Agustus 2025.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPC WKRI Kristus Raja Katedral Sintang, Nelly Heatubun, bersama jajaran pengurus dan anggota dari Ranting Santa Skolastika serta Santa Silvia, sejak pagi sudah memulai perjalanan penuh makna dari Kota Sintang menuju Nanga Pinoh.

Tak sekadar kunjungan sosial, kegiatan ini diawali dengan Misa Kudus bersama umat lokal di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, sebagai bentuk penyatuan spiritualitas dalam kasih. Usai misa, rombongan disambut hangat oleh WKRI setempat, sebelum akhirnya tiba di Panti Asuhan Bhakti Luhur.

WKRI Sintang Tebar Kasih di Panti Asuhan Bhakti Luhur Nanga Pinoh
WKRI Sintang Tebar Kasih di Panti Asuhan Bhakti Luhur Nanga Pinoh

Baca Juga : Bendahara DPRD Melawi Konsultasi Pajak Digital, e-Bupot Jadi Sorotan Utama

Sambutan Penuh Cinta dari Anak-Anak dan Para Suster

Saat rombongan tiba di halaman panti, sambutan meriah langsung menyambut kedatangan mereka. Anak-anak asuh yang sebagian besar memiliki keterbatasan fisik dan mental, menyanyikan lagu selamat datang dengan penuh semangat, menggetarkan hati setiap orang yang hadir. Senyum manis dan pelukan hangat menjadi tanda bahwa kasih sejati tak mengenal batas.

Suster Martina Guloh, pengelola Panti Asuhan Bhakti Luhur, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa panti ini merawat sekitar 50 anak, dengan dibantu oleh 7 orang karyawan dan 5 suster yang secara penuh hati mendampingi anak-anak setiap harinya.

“Anak-anak di sini memang istimewa. Mereka mungkin memiliki keterbatasan secara fisik atau mental, tetapi banyak di antara mereka yang memiliki keterampilan luar biasa,” tutur Suster Martina. Ia menyebut beberapa anak sudah pandai membuat kalung rosario, merajut, hingga mencuci piring secara mandiri. “Namun ada juga yang masih perlu banyak pendampingan, bahkan belum bisa berbicara atau mendengar,” lanjutnya dengan suara lembut.

WKRI Bawa Bantuan Sesuai Kebutuhan Nyata

Ketua DPC WKRI, Nelly Heatubun, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bentuk nyata dari iman yang diwujudkan dalam tindakan.

“Kami hadir di sini untuk berbagi kasih dan mempererat ikatan sebagai saudara seiman. Kunjungan ini adalah wujud cinta kami kepada sesama, terutama mereka yang sangat membutuhkan sentuhan kepedulian,” ungkap Nelly.

Menariknya, sebelum membawa bantuan, WKRI terlebih dahulu melakukan komunikasi intensif dengan pihak pengelola panti untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

“Kami tidak ingin datang hanya membawa sesuatu yang sekadar simbolik. Oleh karena itu, kami membawa bantuan berupa kebutuhan pokok, alat kebersihan, perlengkapan anak, serta sejumlah dana operasional yang langsung bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Solidaritas yang Menyentuh Hati

Acara kunjungan diisi dengan berbagai kegiatan menyentuh hati, mulai dari doa bersama, hiburan kecil, hingga sesi berbagi cerita dan motivasi. Momen-momen tersebut menciptakan ikatan emosional yang kuat antara rombongan WKRI dan anak-anak panti.

Tawa kecil, tangis haru, hingga pelukan-pelukan hangat mewarnai interaksi mereka, memperlihatkan bahwa cinta dan perhatian masih menjadi bahasa universal yang mampu menyembuhkan.

Semangat Pelayanan Tanpa Batas

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa WKRI bukan hanya hadir sebagai organisasi perempuan Katolik, melainkan sebagai pelayan kasih yang aktif menebar kepedulian. Melalui kunjungan ini, nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan cinta kasih ditegaskan kembali.

WKRI berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi umat dan masyarakat luas untuk lebih peka terhadap sesama, terlebih mereka yang berkebutuhan khusus.

“Kami pulang dengan hati penuh sukacita. Anak-anak ini bukan hanya menerima, tetapi juga memberi pelajaran besar kepada kami tentang arti ketulusan dan kekuatan dalam keterbatasan,” tutup Nelly dengan mata berkaca-kaca.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *